Anda Pegunjung ke

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Not From Indonesia

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

Terungkap, Mengapa Beberapa Spesies Monyet Asal Afrika Kebal AIDS


Beberapa spesies monyet asal Afrika seperti sooty mangabey (Cercocebus atys) diketahui memiliki mekanisme pertahanan alami yang mencegah mereka terinfeksi AIDS. Primata ini dilaporkan dapat terinfeksi virus simian immunodeficiency virus (SIV) tanpa berkembang menjadi AIDS meski jumlah virusnya sangat banyak.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6071ZHThEj7UW4237Vs7kpzbOI_v0jV7MRUDZ1w63cnHXGWS4TfL0oYBu5RxnGsLH84kk1IcfwIahGYCapydF4bWvSoZxyvBxPUpQGBXJ08HUQKe_3w-DfUcYh4Kpp13WmislgqBSjUM/s1600/Cercocebus+atys.jpg

Fenomena yang biasa dikenal sebagai natural host tersebut saat ini tengah diteliti para ilmuwan untuk mempelajari pengembangan obat-obatan HIV/AIDS untuk manusia.

Para ilmuwan menemukan, pada tubuh monyet-monyet tersebut terjadi regenerasi sel T, tipe sel darah putih yang membuat sistem imun mampu melawan infeksi kuman atau virus.

http://www.quantum-conservation.org/ESB/sootymangabey.gif

Secara khusus diketahui monyet sooty mangabey yang terinfeksi oleh SIV atau virus kerabat HIV pada satwa primata mampu menjaga level CD4 dan sel-T melalui regenerasi yang pesat dari CD4 dan sel T yang polos atau belum terekspos racun dan senyawa lain yang merangsang produksi antibodi.Hasil riset tersebut bisa menjelaskan mengapa SIV dan HIV bisa menyebabkan AIDS pada primata lainnya, termasuk pada manusia. Dalam penelitian ini, para ilmuwan dari Yerkes National Primate Research Center, Atlanta, membandingkan sooty mangabey dengan monyet rhesus yang terinfeksi SIV."Walaupun kedua spesies itu menunjukkan pertambahan sel CDH4 dan sel T, namun pada monyet rhesus tampak regenerasi CD4 sel T naif yang lebih lambat," kata Mirko Paiardini, salah seorang peneliti.
 

Senin, 28 November 2011

10 Alergi "Unik" Paling yang Bisa Diderita Manusia

Makanan laut, debu dan bulu binatang merupakan penyebab alergi yang paling sering ditemukan. Tetapi ada beberapa penyebab alergi yang tergolong aneh. Seperti yang dikutip dari womansday, berikut 10 alergi paling aneh.


1. Air
Alergi yang terbilang sangat langka ini disebut Aquagenic Urticaria. Biasanya penderita merasa gatal-gatal, bintik-bintik merah, perih, serta luka dalam waktu 5 menit setelah kontak dengan air. Penyebab alergi ini membuat para dokter bingung, akibatnya pengobatan pun belum ditemukan. Hal ini membuat penderitanya sulit melakukan kegiatan seperti mandi dan berenang.

2. Seks
Meski jarang terjadi, ada beberapa wanita yang alergi terhadap air mani atau semen pasangannya. Alergi ini disebut Human Seminal Plasma Hypersensitivity. Penderitanya akan menderita luka kulit setelah 10 menit terkena air mani. Dalam kasus lain, laki-laki pun bisa alergi terhadap air maninya sendiri.

3. Olahraga
Meskipun alergi terlihat seperti alasan bagi mereka yang malas berolahraga, namun ternyata orang yang menderita alergi olahraga benar adanya. Alergi itu disebut Exercise Urticaria. Penderitanya akan mengalami atal-gatal, bentol, mual, dan muntah. Ketika situasinya sudah parah, mereka bisa syok dan harus diberi suntikan epinefrin.

4. Sinar Matahari
Berbeda dengan kulit yang terbakar matahari, bagi penderita photo uticaria (alergi matahari) paparan sinar matahri bisa membuat kulit mereka terluka. Walau efeknya masih bisa dikurangi dengan antihistamin dan steroid alergi, para penderita alergi ini tetap tak bisa terkena sinar matahari terlalu lama, seperti berjemur di pantai.

5. Teknologi
Di masa seperti ini, menghindari teknologi seperti smartphone, Wi-Fi atau TV layar datar, adalah hal yang sulit. Namun bagi orang yang menderita electrosensitivity mau tak mau mereka harus berjauhan dari benda dengan elektromagnetik karena akan bisa sebabkan migrain, nyeri pada dada dan timbul ruam di kulit. Orang dengan electrosensitivity harus waspada dengan benda-benda seperti ponsel atau microwave.

6. Sepatu
Walau terdengar konyol, namun ada beberapa orang yang mengalami gejala fisik akibat alas kaki. Misalnya timbul peradangan, kulit pecah-pecah serta rasa perih. Hal ini dikarenakan pewarna, lem, karet, dan bahan-bahan lain yang bisa bersentuhan dengan salah satu bagian tubuh yang mudah berkeringat, telapak kaki. Biasanya orang yang menderita alergi ini harus sering mencoba banyak alas kaki sampai akhirnya menemukan sepatu yang tepat.

7. Pakaian Dalam
Sama seperti sepatu, pakaian dalam mengandung bahan kimia dan kain yang dapat menyebabkan iritasi bagi orang yang memiliki kulit sensitif. Bahan lateks, karet serta bahan kimia yang digunakan untuk membersihkan serta mengawetkan kain, biasanya menjadi penyebab utama alergi.

8. Cokelat
Menderita alergi terhadap cokelat merupakan hal yang jarang. Penderitanya sering mengalami sakit kepala, rasa gatal dan kesulitan bernapas. Banyak cokelat yang dijual di pasaran tak hanya mengandung kakao saja. Kandungan lain seperti susu, kacang, caramel, merupakan penyebab alergi tersebut.

9. Udara Dingin
Jika tubuh terlalu lama terpapar udara dingin, Anda memang lebih mudah terserang flu. Tapi bagi penderita 'cold uticaria' (alergi udara dingin) munculnya flu dapat berbarengan dengan gejala gatal, rasa terbakar atau tertusuk, hingga sesak napas. Hingga saat ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan alergi ini, namun gejalanya bisa diminimalisirkan dengan obat alergi yang banyak dipasaran.


10. Makanan & Minuman Kecuali Air Mineral
Seorang warga negara Australia, Kaleb Bussenschutt memiliki kondisi kesehatan yang sangat jarang dan bahkan belum ada nama ilmiah untuk penyakitnya tersebut. Jika ia mengonsumsi sesuatu selain air mineral, es dan minuman lemon tertentu, ia akan mendapatkan masalah parah pada perut, mulai dari muntah-muntah hingga luka yang menyebabkan Kaleb sering keluar masuk rumah sakit. Untuk tetap mendapatkan nutrisi yang ia butuhkan, Kaleb mengonsumsi susu formula selama 20 jam tiap harinya melalui tabung.


sumber

Jumat, 18 November 2011

Kanker Rongga Mulut Incar Perokok

Headline

Selain itu, peminum minuman beralkohol juga tergolong berisiko tinggi untuk mengidap kanker rongga mulut. Begitu pula orang-orang yang memiliki kebiasaan mengunyah sirih dan tembakau. Sebab, tembakau mengandung berbagai carcinogen atau substansi pemicu kanker seperti nikotin, polycyclic aromatic hydrocarbons, nitrosoproline dan polonium.
Hasil penelitian menunjukkan pengonsumsi tembakau memiliki risiko terkena kanker 8 kali lipat lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan tembakau.
Di Indonesia kasus kanker rongga mulut, menurut dr Simandjuntak SpB, ONK dari RS PGI Cikini berkisar 3-4% dari seluruh kasus kanker yang terjadi. Kebanyakan pengidapnya adalah kaum wanita dari kota kecil yang memiliki kebiasaan menyirih. Sebagian kecil penderita lainnya adalah para pria dari kota besar yang merokok. Usia penderita berkisar 50-70 tahun.

Sedangkan kasus kanker rongga mulut sangat banyak terjadi di India. Dr. Surendra Shastri, Kepala Bagian Onkologi dari Tata Memorial Hospital, mencatat setiap tahunnya terdapat 300.000 penderita kanker rongga mulut dari 700.000 kasus kanker yang terjadi di India.
Kebiasaan mengunyah tembakau dengan buah pinang yang banyak dilakukan masyarakat India disinyalir merupakan faktor penyebab utama. Banyaknya jumlah penderita kanker rongga mulut di India juga disebabkan oleh faktor intrinsik yakni faktor genetik.
Selain ketiga faktor tersebut di atas, kebersihan rongga mulut yang tidak terjaga pun ikut ambil peranan memicu timbulnya kanker rongga mulut. Ada pula kanker rongga mulut yang berawal dari gigi bolong yang tak dirawat atau luka kronis pada mulut akibat gigi palsu yang letaknya tidak pas.
Faktor lain yang tak boleh diabaikan adalah kebiasaan melakukan seks oral. Hasil penelitian Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) di Lyon, Prancis menemukan bukti adanya hubungan antara seks oral dengan penularan infeksi virus yang memicu tumbuhnya tumor atau kanker di rongga mulut.
“Segeralah memeriksakan diri ke dokter, jika mengalami sariawan yang tak kunjung sembuh selama satu bulan.” kata dr. Simandjuntak.
Kenali gejalanya
Sementara itu, bercak putih (leukoplakia) mirip sariawan pada lapisan dalam rongga mulut ini diistilahkan sebagai lesi atau kelainan pra kanker. Pada tahap awal leukoplakia tidak menimbulkan rasa sakit.
Setelah beberapa lama leukoplakia mengalami penebalan dengan permukaan yang licin. Kebanyakan pengidap kanker rongga mulut menganggapnya sebagai sariawan biasa. Padahal 6-10% dari kelainan ini akan menjadi kanker rongga mulut.
Tanda-tanda lainnya adalah bercak merah (eritoplakia). Sama seperti leukoplakia, eritoplakia ini bentuknya seperti sariawan yang tak kunjung sembuh. Bila mengalami pembesaran, bercak akan berubah seperti kembang kol atau bunga kaktus. Bagian tengahnya rapuh dan berbau. 90% dari eritoplakia akan menjadi kanker rongga mulut.
Karena tidak merasa sakit, kebanyakan pasien baru memeriksakan diri ketika kanker rongga mulut yang mereka idap sudah berstatus stadium lanjut. Penderita umumnya datang dengan keluhan berupa benjolan, tukak atau borok pada bagian-bagian mulut, dan benjolan di leher.
Pada stadium lanjut ini penderita sudah mulai menderita rasa nyeri. 50% dari kanker rongga mulut umumnya menyerang lidah (2/3 bagian lidah dari depan) dan dasar mulut. 50% lainnya menyerang pipi bagian dalam dan gusi. Ada pula yang mengidapnya di bagian langit-langit dan bibir bagian dalam.
Kanker rongga mulut dapat menyebar secara lokal dan merusak jaringan di sekitarnya jika tidak ditangani secara tepat dan cepat. Ancaman yang lebih serius terjadi jika sel kanker menyebar hingga ke kelenjar getah bening di bawah dagu atau leher samping atas. Penyebaran bisa jadi lebih meluas melalui pembuluh darah hingga ke paru-paru atau tempat-tempat lainnya.
Sejauh ini kanker rongga mulut diatasi dengan operasi pengangkatan jaringan yang terkena kanker. Bila dirasa perlu pasien juga akan diterapi dengan penyinaran atau radioterapi. Kemoterapi biasanya hanya dilakukan kepada pasien yang mengalami kekambuhan atau kondisinya sudah tidak bisa dioperasi.
Sayangnya karena pasien biasanya baru memeriksakan diri ke dokter dalam keadan kanker stadium lanjut, pengobatan melalui operasi menjadi lebih sulit untuk dilakukan. Bentuk rongga mulut dan organ mulut yang kecil turut mempersulit proses operasi pengangkatan kanker.
Dalam stadium tinggi, kanker rongga mulut tak saja merenggut organ bicara yang sangat berharga, namun juga merenggut kecantikan wajah. Jadi jika ingin tetap bisa mengobrol, menyanyi dan bergoyang lidah sambil menyantap makanan, sebaiknya, hentikan kebiasaan merokok, menghisap ganja dan minum minuman keras.
Tinggalkan kebiasaan menyirih, walaupun nenek-nenek kita dulu mengatakan menyirih baik untuk kesehatan gigi. Yang terakhir jangan lupa selalu menjaga kebersihan rongga mulut dan memeriksakan gigi secara teratur.

Senin, 20 Juni 2011

9 Alasan Pentingnya Jalan Kaki



Menjaga agar tubuh selalu dalam kondisi sehat dan bugar sebenarnya mudah  dilakukan. Kita tak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk tetap sehat. Cara sederhana dan paling mudah adalah dengan teratur berjalan kaki.

Dengan berjalan kaki selama 30-45 menit setiap hari, ternyata anda bisa mengubah hidup menjadi lebih sehat dan bermakna. Berikut ini adalah alasan mengapa Anda harus meluangkan waktu untuk berjalan kaki di tengah kesibukan rutinitas sehari-hari :

1. Mudah:  untuk memulai berjalan, yang Anda butuhkan hanyalah sepasang sepatu berjalan. Anda bisa berjalan di mana saja (di taman, teras, atau di atas treadmill) dan kapan saja (siang sore pagi, atau bahkan larut malam hari setelah makan malam). Mulailah dengan 10 sampai 15 menit, setelah itu dapat ditingkatkan secara bertahap.

2. Meningkatkan semangat : Berjalan ternyata dapat meningkatkan semangat, suasana hati, menghilangkan stres. Sebuah studi yang dimuat dalam Annals of Behavioral Medicine menunjukkan, siswa yang berjalan secara teratur memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang terlalu sering duduk, berolahraga sedikit atau tidak sama sekali. Berjalan juga dapat membantu Anda mendapatkan oksigen lebih selain juga dapat memfasilitasi pelepasan endorfin dan mendapatkan hormon baik. 

3. Meningkatkan otak : Ini adalah fakta bahwa melakukan latihan dalam bentuk apapun bisa membantu meningkatkan kemampuan fisik, mental dan kewaspadaan. Sebuah studi yang dilakukan oleh National Council of Aging menyimpulkan bahwa, berjalan kaki 45 menit sehari bisa mempertajam kemampuan mental.    
4. Mengurangi risiko sakit jantung dan stroke : Berjalan selama 30 sampai 45 menit setiap hari membantu meningkatkan sirkulasi darah. Hal ini juga membantu dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam darah dan menurunkan kolesterol jahat (LDL), sehingga melakukan fungsi pelindung secara keseluruhan. 

5. Mempertahankan tingkat gula darah: Berjalan kaki selama 45 menit di pagi hari bisa membantu penderita diabetes mengontrol kadar gula darah. Misalnya, berjalan selama 10 sampai 15 menit setelah makan dapat membantu menurunkan gula darah postprandial. Sedangkan berjalan kaki selama 30 menit atau lebih pada malam hari membantu dalam mengendalikan kadar gula darah.

Berjalan tidak hanya menguntungkan bagi penderita diabetes, tetapi juga membantu dalam mengurangi resiko terkena diabetes pada orang-orang yang rentan terhadap penyakit ini. Sebuah studi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pittsburgh menemukan bahwa berjalan kaki selama 30 menit sehari memperkecil risiko diabetes untuk orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan maupun yang tidak.     

6. Mencegah disfungsi seksual : berjalan cepat selama setidaknya dua mil (3.2 km) setiap hari bisa mengurangi impotensi pada pria. Hal tersebut berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat Journal of American Medical Association dan efeknya lebih terlihat pada pria berusia tengah baya dan pada pria penderita diabetes.     

7. Mengurangi risiko kanker :  berjalan sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan kanker. Ini dapat meningkatkan kesempatan mereka untuk pulih dan bertahan hidup. Berjalan juga dapat meningkatkan rasa lapar pada pasien sehingga membantu mereka untuk meningkatkan minat makan.

Berjalan juga membantu dalam mengurangi risiko berbagai jenis kanker seperti payudara dan usus besar. Sebuah makalah yang disajikan pada Pertemuan Tahunan ke-95 American Association for Cancer Research di Orlando menunjukkan bahwa berjalan meningkatkan kelangsungan hidup penderitaan dari kanker payudara.

8.  Menjaga berat badan : apakah Anda mempunyai keinginan menurunkan atau menambah berat badan? berjalan ternyata salah satu jenis latihan yang dapat membantu Anda terkait kedua masalah tersebut. Berjalan bila diikuti dengan diet terkontrol membantu Anda dalam menurunkan berat badan dan menghilangkan lemak beberapa inci. Berjalan juga bisa sebagai latihan aerobik untuk membantu Anda dalam menjaga berat badan setelah tujuan Anda tercapai.

9. Panjang umur : sebuah penelitian jantung di Honolulu yang melibatkan 8.000 pria, ditemukan bahwa dengan berjalan dua mil (3.2 km) per hari mengurangi risiko kematian hampir 50 persen. Risiko kematian akibat kanker bahkan ditemukan lebih rendah. Beberapa studi lain juga mengungkap temuan yang sama. Jadi, berjalan membuat hidup anda lebih lama.

Apa yang dibutuhkan untuk mulai berjalan? Yang dibutuhkan hanyalah sedikit motivasi dan sepasang sepatu. Selain itu, untuk menunjangnya anda bisa mengajak beberapa teman untuk berjalan. Sehingga berjalan dalam sebuah kelompok menjadi lebih menyenangkan.