Anda Pegunjung ke

Not From Indonesia

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Minggu, 27 Maret 2011

Operator Sering Mata-Matai Kegiatan Pelanggan

Headline

New York – Sebuah media melaporkan, operator telekomunikasi di Amerika Serikat (AS) sering kali kedapatan ‘memata-matai’ kegiatan pelanggannya tanpa diketahui.

Fakta laporan New York Times ini menarik perhatian publik, terlebih setelah politisi Jerman Malte Spitz menuntut provider ponselnya, Deutsche Telekom. Politisi ini ingin mengetahui informasi apa saja yang dilihat operator mengenai dirinya.

Sejak akhir Agustus 2009 hingga Februari 2010, Deutsche Telekom mencatat dan menyimpan data garis koordinat pelanggannya sebanyak lebih dari 35.000 kali.

"Kita berjalan di sebuah label yang menampilkan nomor, siapa saja yang kita hubungi dan apa yang kita lakukan pada ponsel,” papar ahli informasi grafik Sarah E. Williams.

Menurut Electronic Frontier Foundation (EFF), bentuk pengawasan seperti ini makin marak. Seperti dikutip Telegraph, salah satu alasan operator melakukan pengumpulan data, yakni untuk riset pasar. Alasan lainnya, untuk kepentingan penegak hukum seperti CIA dan FBI.

Pengawasan seperti ini lebih mudah dilakukan dibanding melalui internet. Pasalnya, pengguna ponsel tak bisa menggunakan alat guna memastikan ponselnya tak diawasi seperti layanan ‘do not track’ yang ditawarkan Google atau Mozilla. Layanan itu mencegah situs memasang cookies pada PC pengguna secara otomatis.

Di AS, tindakan pengawasan seperti ini memaksa operator menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dan dilarang membaginya

0 komentar:

Posting Komentar

Mungkin bagus kalau anda meninggalkan komentar setelah membaca posting ini