Anda Pegunjung ke

Not From Indonesia

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Rabu, 19 Oktober 2011

Bersaing Dengan Teman Secara Sportif





Berikut beberapa cara bersaing dengan teman di kantor secara sportif :




1. Mencari kelebihan sang pesaing



Quote:
Dlm bersaing, kebanyakan orang gemar mencari-cari kesalahan orang lain. Padahal, kesalahan orang lain sama sekali tdk memberi energy positif bagi diri kita. Belajarlah utk mencari kelebihan dan keunggulan orang lain. Dgn begitu kita akan semakin termotivasi utk terus meningkatkan diri. Inti dari sebuah persaingan bkn sekedar bisa ‘meraih’ sesuatu yang diperebutkan, melainkan ‘bisa melakukan apa’ dgn sesuatu yang kita raih itu. Setelah meraihnya, kita bisa apa. Salah satu sumber kekecewaan kita kepada para ‘juara’ adalah ketika kita tahu bahwa setelah memenangkan persaingan itu, ternyata sang juara tdk bisa melakukan sesuatu yang kita harapkan. Maka ketika kita yang menjadi juaranya, orang lain jg memiliki tuntutan yang sama kepada kita. Hanya jika kita benar-benar ‘mampu’ saja orang lain akan menghargai ‘kemenangan’ kita. Jika tdk? Mereka akan berpaling kepada orang lain sekalian berharap kita segera tergantikan. Maka carilah kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Dan jadikan hal itu motivasi utk terus meningkatkan kualitas diri.
Quote:


2. Menggandeng tangan sang pesaing



Quote:
Dijalan-jalan, sekarang kita sudah mulai melihat banyak bis gandgn. Ada 2 bis yang berjalan bersama-sama. Dgn bis gandeng itu, lebih banyak penumpang yang bisa diangkut dlm satu waktu. Lebih sedikit bahan bakar yang dihabiskan. Dan lebih efisien tenaga sopir yang dikeluarkan. Ini adalah symbol indahnya sinergi yang bisa kita bangun dgn sesama pesaing kita. Mari kita tengok teman-teman yang menjadi pesaing terkuat di kantor. Bagaimana kalau kita konversi saja energy utk saling menyalip itu dgn kesediaan utk berkolaborasi. Dijamin, manfaat yang bisa kita kontribusikan kepada perusahaan akan jauh lebih baik dibandingkan dgn ketika kita sama-sama ngotot utk saling sikut. Tapi kan jabatan yang diperebutkan hanya ada satu. Yang diperlukan oleh perusahaan bknlah sekedar kemampuan utk mengalahkan pesaing. Tetapi ada soft skill yang jarang dimiliki orang namun sangat penting, yaitu; ‘mengelola kekuatan orang lain’. Ketika Agan mendemonstrasikan kemauan dan kemampuan utk berkolaborasi dgn pesaing terkuat Agan; maka Agan sudah menunjukkan kemampuan langka itu.
Quote:


3. Berikan pujian yang tulus kepada pesaing



Quote:

Saat bersaing, kita sering enggan utk memberi pujian kepada lawan. Padahal, pujian memberikan efek energy positif bagi kedua belah pihak. Lebih dari itu, pujian tulus yang kita lontarkan bagi orang lain mengundang simpati pihak-pihak yang tdk memiliki hubungan secara langsung. Jika ane memuji Agan dgn tulus hati, maka bkn hanya Agan yang bisa merasakan ketulusan ane. Orang-orang lain yang melihat ane memuji Agan pun merasakan hal yang sama. Sebagai bonusnya, orang lain itu mempunyai kesan yang positif terhadap ane. Sama halnya jika pujian atau kredit poin tulus itu Agan yang memberikan kepada pesaing Agan. Dan biarkan orang lain mengetahui Agan melakukan itu. Maka selain Agan bisa membangun hubungan emosi positif dgn pesaing Agan, maka orang-orang lain yang ‘berada di luar arena’ akan memberikan simpatinya kepada Agan. Bagaimana jika pujian itu malah membuat pesaing Agan semakin besar kepala? Bagus. Krn semua orang akan semakin tahu kualitas yang sesungguhnya. Bknkah orang menyukai sifat sportif dan ketulusan?
Quote:


4. Menyokong kemajuan pesaing



Quote:

Menjegal langkah orang lain? Ah, itu sudah terlampau biasa kita temukan. Selain bkn perilaku bermartabat, itu jg tdk menunjukkan keunggulan apa-apa. Kualitas kepemimpinan seseorang justru terlihat dari kemampuannya utk menyokong kemajuan orang lain. Mengapa harus begitu? Krn menjadi pemimpin adalah tentang bagaimana membantu orang-orang yang kita pimpin maju lebih pesat dan mengembangkan dirinya lebih cepat. Mengapa banyak pemimpin yang tdk mampu utk mengembangkan bawahannya? Krn sebelum menjadi pemimpin mereka tdk belajar menyokong kemajuan orang lain. Maka jadikanlah pesaing terdekat Agan sebagai ‘murid’ yang bisa Agan gunakan utk berlatih mengembangkan orang lain. Jika memang dia pesaing hebat, tentu dia punya bakat. Sehingga Agan dijamin akan berhasil mengembangkannya. Dan itu adalah prestasi kepemimpinan yang layak Agan rayakan. Lalu Agan pikirkan lagi, “aspek apa lagi yang bisa Agan kembangkan dari pesaing yang satu ini?” Secara tdk langsung, Agan telah menempa diri sendiri menjadi seorang pemimpin sejati.
Quote:


5. Adopsi kualitas yang mutlak harus dimiliki seorang pemimpin



Quote:

Ada satu hal yang sulit utk dipahami, namun harus kita terima dgn lapang dada. Apakah itu? Itu adalah fakta bahwa yang mendapatkan promosi di kantor, tdk selalu merupakan orang yang paling terampil. Tdk jg selalu orang yang pencapaian kerjanya paling tinggi. Misalnya, orang yang menjadi Sales Manager tdklah selalu orang yang persentase pencapaian salesnya paling tinggi. Mungkin hanya 101% saja. Fakta ini sering membuat mereka yang meraih sales 110% uring-uringan. Mengapa? Krn mereka tdk faham bahwa utk memimpin, dibutuhkan banyak aspek. Bkn sekedar angka2 diatas kertas. Lihatlah point 1,2,3 dan 4 yang baru kita bahas. Itu adalah aspek-aspek lain yang mutlak dibutuhkan dari seorang pemimpin. Krn kepemimpinan bukanlah soal penguasaan aspek2teknis belaka. Melainkan sebuah seni mengelola orang lain, mengenali potensi2 mereka, dan menggunakannya utk mencapai tujuan perusahaan.

0 komentar:

Posting Komentar

Mungkin bagus kalau anda meninggalkan komentar setelah membaca posting ini